Friday April 18 2014

Activities

    Get the Flash Player to see the slideshow.

Our Partner


No.S0406188-12980


PROXSIS Inc.


Konsultan Safety


Depnakertrans RI


Malaysia


PENGUKURAN TINGKAT KECELAKAAN KERJA

Pengukuran tingkat kecelakaan kerja adalah suatu cara untuk mengetahui seberapa besar tingkat kecelakaan di suatu organisasi atau dibandingkan dengan organisasi sejenis atau antar sektor industri  bahkan untuk skala nasional.  Pengukuran ini dilakukan dengan cara membandingkan jumlah korban dengan jumlah tenaga kerja dalam periode waktu tertentu.
Beberapa pengukuran tersebut adalah sebagai berikut :
A.    STANDAR ILO
1.    ACCIDENT INCIDENT RATE (AIR)
AIR  = jumlah korban kecelakaan dalam setahun/ jumlah jam kerja orang dalam setahun ) X 1000
Pengukuran ini  cocok untuk organisasi yang tidak melakukan pencatatan jam kerja dan waktu lamanya korban mengalami  kecelakaan serta waktu
penanganannya.
2.    ACCIDENT FREQUENCY RATE (AFR)
Angka yang menunjukkan jumlah korban kecelakaan per 1.000.000    jam kerja orang (man-hour) dengan rumus :
AFR  =  (jumlah korban kecelakaan dalam setahun /jumlah jam kerja orang dalam setahun )  x 1.000.000
3.    ACCIDENT SEVERITY RATE (ASR)
Angka yang menunjukkan jumlah hari yang hilang per 1.000 jam kerja orang akibat kecelakaan dalam setahun,
dengan rumus :
ASR  =     (Jumlah hari hilang dalam setahun /jumlah jam kerja orang dalam setahun )   x  1.000
B.    STANDAR  ANSI
1.    DISABLING FREQUENCY RATE (DFR)
DFR = (Jumlah Disabling Injuries and Illness /Jumlah jam kerja orang per tahun) X 1000.000
2.    DISABLING SEVERITY RATE (DSR)
DSR = (Total Days Charged / jumlah jam kerja orang pertahun) X 1.000.000
3.    AVEREGE DAYS CHARGED (ADC)
AD = Total Days Charged / Total Disabliong Injuries
=  Severity Rate X Frequency Rate
C.    STANDAR OSHA
1.    INCIDENT RATE (IR)
IR =  (Jumlah Injuries & Illness / Jumlah kerja orang) X 200.000
2.    SEVERITY RATE (SR)
= Total Days Charged / Jumlah jam kerja orang per tahun
3.    AVEREGE LOST WORKDAY PER TOTAL LOST WORKSDAYS
=  Total Lost Workdays / Total Lost workdays cases
4.    AVEREGE DAYS AWAY FROM WORK
= Total away from work / Total cases involving away from work
D.    STANDAR INGGRIS
1.    INCIDENT RATE (IR)
IR =( Jumlah Korban kecelakaan dalam setahun / Jumlah tenaga Kerja dalam setahun) X 1000
2.    FREQUENCY RATE (FR)
FR  = ( Jumlah Korban kecelakaan dalam setahun / Jumlah jam Kerja dalam setahun) X 1000
3.    FATAL ACCIDENT FREQUENCY RATE (FAFR)
FAFR = Jumlah korban mati/
Severity Rate (SR) dan requency Rate menggunakan rumus ANSI
E.    KRITERIA NONSTANDAR
Kriteria ini dikeluarkan oleh ahli statistic / bukan lembaga resmi tertentu
1.    DISABLING INJURY INDEX (DII)
DII = (FR X SR) /1000
Kegunaan : Menggambarkan kombinasi FR dan SR & Perbandingan tingkat kecelakaan secara kasar (ranking)
2.    FREQUENCY SEVERITY INDICATOR
FSI = √(FR X SR)/1000
F.      SAFE  T-SCORE (STUDENT-T TEST)
Untuk membandingkan tingkat kecelakaan dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya dapat digunakan prinsip         student-t-test untuk
kondisi ‘after – before’ dengan rumus :
SAFE-T-SCORE  =
FR Sekarang – FR yang lalu
_________________________________________________________
√(Fr yang lalu/ jumlah jam kerja orang sekarang)/1.000.000
1.    STANDAR DEVIASI 2
•  Jika Safe-t-Score +2,00 dan -2,00 perubahan ini secara statistik tidak bermakna
•  Jika Safe-t-Score > +2,00 ini bermakna secara statistik, keadaan sekarang lebih buruk dari periode yang lalu dan            berarti ada sesuatu yang
salah dalam manajemen K3
•  Jika Safe-t-Score < -2,00 secara statistik bermakna keadaan yang sekarang lebih baik daripada sebelumnya
2.    STANDAR DEVIASI 3
•  Jika Safe-t-Score +3,00 dan -3,00 perubahan ini secara statistik tidak bermakna
•  Jika Safe-t-Score > +3,00 ini bermakna secara statistik, keadaan sekarang lebih buruk dari periode yang lalu dan            berarti ada sesuatu yang
salah dalam manajemen K3
•  Jika Safe-t-Score < -3,00 secara statistik bermakna keadaan yang sekarang lebih baik daripada sebelumnya

EmployeeHealth-SafetySeverityRate2008ProjectedChart

Pengukuran tingkat kecelakaan kerja adalah suatu cara untuk mengetahui seberapa besar tingkat kecelakaan di suatu organisasi atau dibandingkan dengan organisasi sejenis atau antar sektor industri  bahkan untuk skala nasional.  Pengukuran ini dilakukan dengan cara membandingkan jumlah korban dengan jumlah tenaga kerja dalam periode waktu tertentu.

Beberapa pengukuran tersebut adalah sebagai berikut :

A.    STANDAR ILO

1.    ACCIDENT INCIDENT RATE (AIR)

AIR  = jumlah korban kecelakaan dalam setahun/ jumlah jam kerja orang dalam setahun ) X 1000

Pengukuran ini  cocok untuk organisasi yang tidak melakukan pencatatan jam kerja dan waktu lamanya korban mengalami  kecelakaan serta waktu

penanganannya.

2.    ACCIDENT FREQUENCY RATE (AFR)

Angka yang menunjukkan jumlah korban kecelakaan per 1.000.000    jam kerja orang (man-hour) dengan rumus :

AFR  =  (jumlah korban kecelakaan dalam setahun /jumlah jam kerja orang dalam setahun )  x 1.000.000

3.    ACCIDENT SEVERITY RATE (ASR)

Angka yang menunjukkan jumlah hari yang hilang per 1.000 jam kerja orang akibat kecelakaan dalam setahun,

dengan rumus :

ASR  =     (Jumlah hari hilang dalam setahun /jumlah jam kerja orang dalam setahun )   x  1.000

B.    STANDAR  ANSI

1.    DISABLING FREQUENCY RATE (DFR)

DFR = (Jumlah Disabling Injuries and Illness /Jumlah jam kerja orang per tahun) X 1000.000

2.    DISABLING SEVERITY RATE (DSR)

DSR = (Total Days Charged / jumlah jam kerja orang pertahun) X 1.000.000

3.    AVEREGE DAYS CHARGED (ADC)

AD = Total Days Charged / Total Disabliong Injuries

=  Severity Rate X Frequency Rate

C.    STANDAR OSHA

1.    INCIDENT RATE (IR)

IR =  (Jumlah Injuries & Illness / Jumlah kerja orang) X 200.000

2.    SEVERITY RATE (SR)

= Total Days Charged / Jumlah jam kerja orang per tahun

3.    AVEREGE LOST WORKDAY PER TOTAL LOST WORKSDAYS

=  Total Lost Workdays / Total Lost workdays cases

4.    AVEREGE DAYS AWAY FROM WORK

= Total away from work / Total cases involving away from work

D.    STANDAR INGGRIS

1.    INCIDENT RATE (IR)

IR =( Jumlah Korban kecelakaan dalam setahun / Jumlah tenaga Kerja dalam setahun) X 1000

2.    FREQUENCY RATE (FR)

FR  = ( Jumlah Korban kecelakaan dalam setahun / Jumlah jam Kerja dalam setahun) X 1000

3.    FATAL ACCIDENT FREQUENCY RATE (FAFR)

FAFR = Jumlah korban mati/

Severity Rate (SR) dan requency Rate menggunakan rumus ANSI

E.    KRITERIA NONSTANDAR

Kriteria ini dikeluarkan oleh ahli statistic / bukan lembaga resmi tertentu

1.    DISABLING INJURY INDEX (DII)

DII = (FR X SR) /1000

Kegunaan : Menggambarkan kombinasi FR dan SR & Perbandingan tingkat kecelakaan secara kasar (ranking)

2.    FREQUENCY SEVERITY INDICATOR

FSI = √(FR X SR)/1000

F.      SAFE  T-SCORE (STUDENT-T TEST)

Untuk membandingkan tingkat kecelakaan dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya dapat digunakan prinsip         student-t-test untuk

kondisi ‘after – before’ dengan rumus :

SAFE-T-SCORE  =

FR Sekarang – FR yang lalu

_________________________________________________________

√(Fr yang lalu/ jumlah jam kerja orang sekarang)/1.000.000

1.    STANDAR DEVIASI 2

•  Jika Safe-t-Score +2,00 dan -2,00 perubahan ini secara statistik tidak bermakna

•  Jika Safe-t-Score > +2,00 ini bermakna secara statistik, keadaan sekarang lebih buruk dari periode yang lalu dan            berarti ada sesuatu yang

salah dalam manajemen K3

•  Jika Safe-t-Score < -2,00 secara statistik bermakna keadaan yang sekarang lebih baik daripada sebelumnya

2.    STANDAR DEVIASI 3

•  Jika Safe-t-Score +3,00 dan -3,00 perubahan ini secara statistik tidak bermakna

•  Jika Safe-t-Score > +3,00 ini bermakna secara statistik, keadaan sekarang lebih buruk dari periode yang lalu dan            berarti ada sesuatu yang

salah dalam manajemen K3

•  Jika Safe-t-Score < -3,00 secara statistik bermakna keadaan yang sekarang lebih baik daripada sebelumnya

source: http://www.q-hse.com/health-safety-a-environment/safety-practice/102-pengukuran-tingkat-kecelakaan-kerja

Leave a Reply