No Comments

12 Penyebab Kecelakaan Listrik

Kadangkala kecelakaan listrik bisa menjadi hal yang  tidak dapat dihindari, dalam lingkungan manufaktur. Untuk sejumlah alasan, apakah itu menyangkut manajemen, peralatan, atau karyawan. Seringkali, paling tidak ada satu orang yang selalu disalahkan; sebagaimana pepatah lama, kecelakaan tidak terjadi begitu saja.

Berdasarkan situs www.hse.gov.uk, ada 12 penyebab umum kecelakaan listrik, diantaranya:

  1. Sistem pekerjaan yang tidak aman
  2. Informasi yang tidak memadai
  3. Tidak adanya pelatihan
  4. Isolasi yang tidak memadai
  5. Aturan tidak yang aman
  6. Kontrol yang rendah terhadap aktivitas kerja
  7. Bekerja pada jaringan listrik hidup
  8. Alat uji yang tidak sesuai
  9. Pemeliharaan alat yang rendah
  10. Kegagalan untuk mengelola pekerjaan
  11. Orang tidak kompeten
  12. kabel listrik yang tidak terisolasi

Pelaku Sesungguhnya: Kurangnya pelatihan

Menariknya, hampir setengah dari penyebab di atas secara langsung berkaitan dengan pelatihan karyawan dan tingkat kemampuan pada pekerjaan. Ditambah lagi, sering ditemui, pekerja listrik yang terlibat dalam kecelakaan listrik, tidak siap, atau kurang informasi untuk bekerja dengan aman dan percaya diri pada pekerjaan mereka sendiri. Mari kita lihat lebih dekat pada lima dari penyebab hal tersebut:

  1. Tidak ada Training K3 Listrik.

Pekerja tersebut tidak memiliki pelatihan yang  memadai untuk melakukan tugas-tugas di. Dengan pelatihan yang memadai, pekerja ini akan diketahui mengisolasi sirkuit sebelum mulai bekerja, untuk menghindari kecelakaan listrik.

  1. Pekerja yang tidak kompeten.

Meskipun sudah mengikuti beberapa pelatihan, pekerja yang bersangkutan tidak memiliki pengetahuan yang cukup memadai melakukan tugas-tugas. Semua karyawan harus dibuktikan kompeten di pekerjaan mereka, untuk keselamatan mereka sendiri dan keselamatan orang lain.

  1. Sirkuit tidak di isolasi secara tepat.

Pekerja tidak mengisolasi sirkuit listrik secara benar sehingga mengakibatkan kecelakaan listrik. Perusahaan harus memiliki sistem untuk memantau isolasi sirkuit listrik. Selain itu, pekerja harus memiliki cukup pelatihan dan pengalaman untuk mengetahui bagaimana untuk mengisolasi, lockout dan tes terhadap potensi tegangan pada sirkuit sebelum mulai bekerja.

  1. Aturan yang tidak aman.

Pekerja tidak yakin terhadap peraturan keselamatan dan prosedur di lingkungan kerja mereka. Pengusaha harus memastikan bahwa metode kerja, bahan, dan pelatihan pekerja memenuhi standar keamanan minimum. Jika tidak, pekerja bergerak masuk dan keluar dari lingkungan yang tidak aman sepanjang hari tanpa mengetahui perbedaannya.

  1. Karyawan, sadar atau tidak sadar, bekerja pada peralatan listrik hidup.

Personil harus dilatih cukup tentang bagaimana mengisolasi, lockout dan tes terhadap potensi tegangan sebelum mulai bekerja untuk menghilangkan risiko. Jika bahkan satu pekerja tidak bisa membedakan antara sirkuit hidup dan mati, setiap pekerja akan dalam potensi bahaya.

Anda Mungkin Juga Suka:
Yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu