No Comments

3 Jenis Faktor Lingkungan Penyebab Penyakit Akibat Kerja

Penyebab Penyakit Akibat Kerja

Kerja merupakan aktifitas atau rutinitas yang dilakukan setiap hari, sayang kita sering tidak menyadari bahwa ada sebuah resiko atau akibat yang ditimbulkan dari pekerjaan tersebut. Timbulnya penyakit akibat kerja bisa didukung oleh salah satu faktor seperti faktor lingkungan kerja. Berikut adalah beberapa jenis faktor lingkungan yang menyebabkan terjangkitnya penyakit akibat kerja, diantaranya adalah:

Faktor Lingkungan Biologis

Faktor ini berasal dari lingkungan kerja yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan.

Penyakit ini ditimbulkan atau berasal dari pasien karena adanya kuman-kuman seperti kuman pyogenic, bacilli, coli dan staphtlococci serta benda-benda yang terkontaminasi oleh virus atau bakteri.

Infeksi nosokomia beresiko tinggi menyerang seseorang yang bekerja pada bidang pelayanan kesehatan. Sebagai contoh 2-3 kali dokter atau petugas rumah sakit sangat rentan terinfeksi virus ini, dibanding dokter swasta ataupun doter praktek.

Adapun pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari faktor ini seperti bagi semua anggota kerja harus mendapatkan pelatihan dasar mengenai dasar kebersihan, sterilisasi dan desinfektan terhadap tempat, peralatan serta sisa bahan infeksius dll.

Faktor Lingkungan Kimia

Seseorang yang bekerja di tempat atau lingkungan kerja yang sering berkontak langsung dengan bahan-bahan kimia dapat mengakibatkan gangguan kesehatan tubuh mereka. Gangguan kesehatan yang sering menimpa para pekerja itu biasanya dermatosis yang diakibatkan oleh karena terjadinya iritasi (amoniak, dioksan). Seperti halnya bahan kimia toksik yang jika terhirup, tertelan, atau terserap oleh kulit dapat mengakibatkan gangguan penyakit akut atau kronik dan bahkan jika bahan kimia tersebut dibiarkan saja mengendap di dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian bagi pekerja tersebut.

Cara pencegahannya :

  1. Pertama-tama ketahui semua jenis bahan limia yang terdapat di lingkungan pekerjaan, mana yang berbahaya dan mana yang tidak.
  2. Gunakan alat atau pakaian pelindung seperti karet hisap (rubber buld), sarung tangan, pelindung mata, celemek, jas laboratorium atau alat vakum mencegah agar bahan kimia tersebut tidak tertelan, terhirup atau terhisap oleh tubuh kita.
  3. Jangan sesekali menggunakan lensa kontak, karena penggunaan lensa kontak dapat menyebabkan melekat antara lensa dan mata kita.
  4. Membersihkan diri setelah selesai bekerja.

Faktor Lingkungan Fisik

Faktor fisik dapat mempengaruhi kesehatan para kerja yang meliputi :

  1. Suara yang keras yang berasal dari getaran mesin dapat menyebabkan para pekerja mengalami ketulian dan stress
  2. Kurangnya pencahayaan pada beberapa ruangan seperti kamar pemeriksaan, laboratorium, kamar perawatan atau kantor administrasi dapat beresiko menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja dan gangguan penglihatan.
  3. Gangguan pernafasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam diruangan ber ac dalam jangka waktu yang cukup lama.
  4. Terkena dampak radiasi yang di hasilkan dari alat-alat berteknologi tinggi.

Cara Pencegahan:

  1. Lakukan pengendalian cahaya diruangan yang kurang terang
  2. Lakukan pengaturan ventilasi udara dan selalu siap sedia air minum yang cukup
  3. Meminimalisir getaran dengan menggunakan bantalan anti vibrasi (anti getaran)
  4. Atur jadwal kerja yang sesuai
  5. Menggunakan pelindung mata dari bahaya cahaya laser
  6. Gunakan filter untuk mikroskop

Nah, itulah beberapa jenis pekerjaan yang dapat memicu penyakit akibat kerja. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan semoga anda lebih berhati-hati setiap melakukan pekerjaan anda yang dapat menimbulkan resiko baik fisik atau kesehatan anda semua.

http://manfaat.co

Anda Mungkin Juga Suka:
Yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu