No Comments

Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Daerah Industri

Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Daerah Industri
Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Daerah Industri

Daerah industri merupakan daerah yang tergolong rawan terkena pencemaran lingkungan. Bahkan, pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dapat mencakup beberapa hal, seperti pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran radiasi, dan bahkan mampu menyebabkan penyakit-penyakit tertentu pada manusia.

Karenanya, menjaga keseimbangan lingkungan di daerah industri akan sangat penting untuk dilakukan. Hal pertama yang perlu diketahui adalah industri ada beberapa macam, ada industri tekstil, industri makanan, industri logam, dan masih banyak lagi. Hampir semua jenis kegiatan industri akan membutuhkan bahan baku. Bahan baku diproses dalam aktivitas industri dan menghasilkan unsur yang terpakai dan unsur yang tidak terpakai. Dalam proses industri tersebut, bahan yang tak terpakai bisa tergolong bahan buangan, seperti gas beracun, air polutan, atau bahan-bahan material lain yang dapat merugikan manusia.

Akibat dari Pencemaran oleh Aktivitas Industri.

Pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri ternyata juga sangat berbahaya. Efeknya tidak hanya merugikan warga sekitar yang tinggal di daerah industri, tetapi juga pada para karyawan pabrik atau pelaku industri itu sendiri. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat diakibatkan oleh pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri.

  1. Penyakit pernafasan umum seperti TBC, bronchitis, influenza, dan beberapa penyakit umum lainnya.
  2. Sakit yang diakibatkan oleh pekerjaan, seperti pneumopathia. Penyakit ini biasanya muncul pada pekerja yang mengolah vlas terlalu lama sehingga menyebabkan kanker kulit pada tangan, kanker paru-paru, dan juga gangguan pernafasan. Selain itu, penyakit lain yang dimungkinkan muncul antara lain; antraks pada pekerja wool, demam tinggi pada pekerja tekstil, byssionis pada pekerja pemintalan, penyakit paru-paru akut pada pekerja pembuat kasur; dan masih banyak lagi.
  3. Gangguan lingkungan, seperti pencemaran air akan mengganggu kehidupan warga sekita daerah industri. Jika limbah dialirkan ke sungai, ini bisa sangat berbahaya. Orang yang menyentuh bisa terkena gangguan kulit.
  4. Pencemaran udara akibat gas beracun yang diproduksi pabrik akan menganggu pernafasan dan membuat kualitas udara menjadi rendah.
  5. Gangguan kesehatan yang diakibatkan pengaruh fisik, seperti akibat bising yang terlalu sering didengarkan juga bisa menyebabkan gangguan telinga.
  6. Kecelakaan yang bisa timbul kapan saja
  7. Kelelahan akibat pekerjaan yang terlalu berat dan juga pekerjaan yang dilakukan dengan cara berdiri terlalu lama akan meenyebabkan kelelahan.

Adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memang memberikan keuntungan untuk banyak pihak. Dampak positif adanya gedung-gedung tempat kegiatan industri berlangsung ini antara lain meningkatnya jumlah lapangan kerja, membantu mengatasi permasalahan terkait kemiskinan dan pengangguran, menambah pendapatan negara, dan sebagainya.

Meskipun demikian, dampak negatifnya terhadap lingkungan pun tak kalah banyak. Terganggungnya kebersihan dan munculnya berbagai pencemaran lingkungan menjadi akibat utama tumbuhnya industri; yang tak pelak merugikan masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya.

Pencemaran air dan tanah. Pencemaran pada air dan tanah ini bisa disebabkan oleh limbah-limbah industri, seperti sampah non-organik dan zat-zat kimia sisa proses produksi yang dibuang secara sembarangan oleh pihak pemilik industri.

Sampah anorganik yang dibuang di tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan organisme di dalam tanah (yang berperan pada kesuburan tanah); mengakibatkan tanah tidak lagi gembur dan subur sehingga tanaman enggan tumbuh di atasnya.

Sedangkan sampah, baik padat maupun cair, yang terbuang ke dalam sumber air dapat menimbulkan, misalnya, bau, perubahan suhu, atau pendangkalan sungai. Di samping itu, air tidak lagi sehat untuk digunakan. Ketika penduduk sekitar memaksa menggunakan air yang tercampur limbah tersebut, kemungkinan mereka akan mengalami gangguan pada kesehatannya.

Pencemaran udara. Beberapa jenis industri melibatkan proses produksi yang menghasilkan asap. Tidak tanggung-tanggung, asap ini membumbung hampir setiap saat apabila pabrik beroperasi sepanjang hari, 24 jam tanpa henti. Asap ini tentu mengandung zat-zat yang sebagian besar berbahaya ketika dihirup.

Selain asap, debu yang dihasilkan pun bisa mengakibatkan tercemarnya udara bersih.

Adanya pencemaran udara ini, apapun penyebab khususnya, semakin mempersulit masyarakat sekitar untuk mendapatkan udara bersih untuk bernafas. Berbagai penyakit pernafasan seperti TBC, pneumonia, dan penyakit berbahaya lainnya pun mengancam.

Polusi suara. Kegiatan di industri-indsutri ini seringkali menimbulkan suara-suara yang mengganggu; atau bisa disebut dengan polusi suara. Jika intensitasnya tinggi dan jangka waktunya lama, kebisingan ini dapat menimbulkan gangguan, baik bagi para pekerja maupun masyarakat di dekatnya.

Mengatasi Isu Lingkungan di Kawasan Industri.

Untuk mengatasi pencemaran yang merupakan isu lingkungan paling menarik perhatian di kawasan industri, dibutuhkan kerjasama yang baik antara berbagai pihak yang terkait; terutama penyelenggara atau pemilik industri.

Beberapa hal yang perlu diupayakan dalam mencegah dan/atau mengatasi dampak negatif pembangunan industri antara lain adalah sebagai berikut:

  • Pemilihan lokasi pembangunan yang tidak terlampau dekat dengna pemukiman warga setempat.
  • Adanya upaya memperkecil jumlah limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut; misalnya dengan pemilihan bahan baku dan peralatan yang ramah lingkungan.
  • Adanya usaha mencegah terjadinya pencemaran lingkungan sekitar. Contohnya, dengan melakukan pengelolaan limbah secara bijak atau menyediakan tempat penyaluran limbah yang tidak mengganggu kesehatan lingkungan sekitar.
  • Menghijaukan lingkungan di sekitar lokasi pendirian industri. Hal ini bisa dilakukan oleh penyelenggara industri dan masyarakat sekitar. Seperti yang kita ketahui, pepohonan ataupun tanaman hijau lainnya mempunyai dampak signifikan dalam menetralkan udara yang kotor, ataupun menjadi sumber penampungan air bersih.
  • Penjagaan kebersihan lokasi industri dan lingkungan sekitarnya; memastikan tidak ada sampah yang terbuang tidak pada tempatnya.

Memperkecil dan Menghilangkan Efek Buruk Pencemaran Akibat Aktivitas Industri.

Untuk memperkecil atau bahkan menghilangkan efek buruk dari pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas industri, perlu mendapat dukungan dari lingkungan sekitar daerah industri yang juga terjaga keseimbangannya. Dalam hal ini, pihak pengelola industri bukan menjadi satu-satunya yang bertanggung jawab. Kita sebagai pemerhati lingkungan juga dituntut untuk berpartisipasi dalam melaksanakan dan mengawasi jalannya pengendalian limbah dalam industri. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diambil untuk memperkecil atau bahkan menghilangkan efek buruk dari pencemaran akibat aktivitas industri.

  1. Pertama, menjaga kebersihan lingkungan kerja. Ini akan membuat pekerjaan lebih nyaman dan kesehatan pekerja pun terjaga.
  2. Membuat sanitasi yang baik untuk pembuangan limbah maupun pembuangan bahan tak terpakai.
  3. Menerapkan sistem ramah lingkungan dalam membuang limbah pabrik sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar daerah industri.
  4. Menaikkan kualitas gizi para pekerja sehingga para pekerja mendapatkan asupan makanan yang baik dan tidak mudah terserang penyakit di lingkungan kerja.
  5. Melakukan penanggulangan berbagai penyakit dengan cara melakukan pengecekan kesehatan karyawan secara rutin.
  6. Melakukan inspeksi kebersihan dan juga penerapan sistem ramah lingkungan yang mampu menjaga kestabilan pengelolaan limbah dan gas buang.

 

 

Sumber: bangjuju

Anda Mungkin Juga Suka:
Yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu