No Comments
Tags: Artikel, Tips and Trik

Pentingnya P3K dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pentingnya P3K dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Situasi darurat memang tidak mengenal waktu, tempat, bahkan individu. Situasi darurat yang menghampiri juga bermacam-macam, sebut saja kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, serangan asma, pingsan, cedera akibat jatuh atau tergelincir, serangan epilepsi, keracunan makanan atau bahan kimia, dan bencana alam seperti gempa bumi atau banjir. Akibatnya, perlu kesiapan secara materi dan mental untuk menghadapi situasi terburuk sekalipun. Memang tidak mudah, namun hal tersebut menjadi usaha terbaik yang bisa dilakukan agar tetap optimis dan menumbuhkan kepercayaan bahwa usaha akan membuahkan hasil yang baik sesuai dengan yang diusahakan. 

Maka bentuk usaha yang bisa dilakukan adalah mengimplementasikan P3K dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan. Lalu,  mengapa hal tersebut penting diterapkan? Sebab semisalnya ketika membahas kecelakaan sebagai salah satu situasi darurat, maka tindakan pertama menjadi faktor penentu antara hidup dan mati bagi korban. 

Oleh karenanya, penerapan P3K yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi, mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk, dan memberikan waktu yang berharga untuk kedatangan bantuan medis profesional. Hasilnya, tindakan P3K yang dilakukan dengan tepat dan cepat membawa pertolongan pertama yang efektif, dimana rasa sakit korban bisa dikurangi, mencegah kerusakan yang lebih parah, dan meningkatkan peluang kesembuhan. 

Mengingat pentingnya P3K, maka melalui artikel ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pembaca. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan dalam bertindak di tengah situasi darurat yang tidak terduga.

Definisi P3K dan Manfaatnya

P3K merupakan singkatan dari Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang merupakan langkah awal dalam menyelamatkan korban kecelakaan atau cedera. Hal itu sebagai bentuk tindakan medis sederhana setelah terjadinya insiden. 

Maka melalui tindakan pemberian pertolongan pertama, hasilnya akan mengurangi risiko komplikasi, mencegah kondisi menjadi lebih buruk, dan memberikan kesempatan bagi korban untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Untuk itu, kemampuan memberikan P3K menjadi hal yang sangat dibutuhkan, karena  membawa manfaat perihal menyangkut keberhasilan dalam menyelamatkan atau mengurangi cedera korban mengurangi rasa sakit, dan mencegah komplikasi. Pasalnya siapapun tidak bisa memastikan secara pasti kapan dan dimana kejadian dapat terjadi.

Baca juga : Bagaimana Pemenuhan Persyaratan P3K di Perusahaan Kita?

Tujuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

  • Menyelamatkan Nyawa Korban

    Perlu digaris bawahi pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menjadi faktor penentu dalam menjaga keselamatan korban.  Hal ini bisa digambarkan dengan adanya upaya-upaya meningkatkan peluang korban untuk bertahan hidup sampai bantuan medis profesional tiba.

    Maka bentuk upaya yang bisa dilakukan dalam menyelamatkan nyawa korban berupa menghentikan pendarahan, memberikan pertolongan pernapasan, atau menstabilkan kondisi korban. Dimana tindakan yang dilakukan disesuaikan kondisi dan tentu harus dilakukan oleh yang memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama. Oleh karenanya tidak ada salahnya mencoba untuk pandai pada keterampilan ini, agar kamu bisa menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang berpotensi menyelamatkan nyawa orang lain.

  • Meringankan Rasa Sakit dan Penderitaan Korban

    Meringankan rasa sakit dan penderitaan korban menjadi aspek penting sebagai manfaat dari pertolongan pertama pada kecelakaan. Mengapa bisa demikian? Padahal orang yang memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama tidak harus berprofesi sebagai dokter atau bahkan tidak mengerti dengan sistem pengobatan.  Jawabannya ada pada manfaat dari tindakan pertolongan pertama, yang dilakukan dengan cepat dapat membantu mengurangi rasa sakit yang dialami oleh korban akibat cedera.

    Misalnya, memberikan bantuan untuk mengurangi tekanan pada area yang terluka atau memberikan obat penghilang rasa sakit jika tersedia dan sesuai. Selain itu, pertolongan pertama tidak hanya sebatas tindakan fisik, namun juga memberikan dukungan emosional dan mengkomunikasikan bahwa bantuan sedang diberikan juga dapat membantu mengurangi penderitaan psikologis korban. Dengan kata lain, selain menyelamatkan nyawa, pertolongan pertama juga memberikan manfaat untuk memberikan kenyamanan dan perasaan aman kepada korban selama periode kritis setelah kecelakaan.

  • Mencegah Komplikasi dan Mempercepat Pemulihan

    Tindakan pertolongan pertama yang tepat dapat membantu mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang lebih serius akibat cedera. Sebab, dengan memberikan pertolongan pertama yang berpotensi dapat menghentikan pendarahan atau membersihkan luka untuk mencegah infeksi. Maka, akan mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan  dengan meminimalkan kerusakan tambahan pada tubuh korban dan mempersiapkan kondisi yang lebih baik untuk perawatan medis lanjutan.

  • Memberikan Rasa Tenang dan Aman Kepada Korban

    Panik adalah suatu kondisi yang sangat tidak dianjurkan jika tertimpa hal yang tidak terduga, semisal kecelakaan. Pasalnya, akan memperburuk situasi dan tidak memberikan manfaat dalam menyelesaikan masalah. Akan tetapi, kecelakaan sering kali menimbulkan ketakutan dan kepanikan pada korban, sehingga penting untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan memastikan bahwa korban merasa aman. Dengan memberikan dukungan emosional, memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi, dan menunjukkan kepedulian, agar korban tetap tenang dan kooperatif selama proses penanganan darurat.

Baca juga : Training Petugas P3K Online

Prinsip-prinsip Dasar P3K

  • Aman: Pastikan Keselamatan diri dan Korban Sebelum Bertindak

    Ketika melakukan pertolongan pertama ada hal yang harus diperhatikan dan didahulukan untuk dilakukan. Memastikan keselamatan diri dan korban sebelum melakukan pertolongan pertama adalah hal utama yang harus dilakukan. Melaluinya, kamu jika dalam posisi ingin menolong akan mengetahui apakah tidak ada lagi korban yang terluka atau bahaya sebelum kamu mendekat dan memberikan bantuan.

    Perhatikan yang harus kamu tuju jika dalam posisi tersebut adalah memastikan bahwa area yang terbaru tempat kamu berada setelah terjadi situasi dari situasi darurat aman dari bahaya, seperti bahaya lalu lintas, kebakaran, atau bahaya lainnya. Kemudian, usahakan kami mengenakan peralatan perlindungan diri yang sesuai, seperti sarung tangan atau masker, terutama jika terdapat risiko kontaminasi atau bahaya lainnya.

    Terpenting disini, kamu juga harus mengevaluasi kondisi korban dengan aman, sebab bagaimanapun menolong memang menjadi hal mulia, tapi apa jadinya jika kamu harus mengorbankan keselamatan diri sendiri. Tentu hasil yang diinginkan tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karenanya, dengan memastikan keselamatan diri dan korban terlebih dahulu, kita dapat memberikan pertolongan pertama secara efektif dan meminimalkan risiko tambahan yang mungkin timbul.

  • Cepat: Lakukan Tindakan dengan Cepat dan Tepat.

    Kecepatan dan ketepatan saat melakukan tindakan adalah hal yang patut diperhitungkan dan menjadi prinsip penting dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Sebab, apa jadinya jika korban yang dalam kondisi harus segera ditolong menjadi lebih parah kondisinya karena pertolongan pertama yang lambat dan tidak tepat? Tentu hal tersebut menjadi hal yang tidak baik. Pasalnya, keterlambatan dalam memberikan bantuan pertama dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk kondisi korban.

    Tapi tenangnya saja, kamu bisa melakukannya. Namun, ada hal-hal yang harus kamu lakukan dengan menilai situasi dengan cepat untuk mengidentifikasi tindakan yang paling mendesak, memprioritaskan tindakan berdasarkan keparahan cedera dan urgensi, melakukan tindakan yang diperlukan sesudah kamu sesuai menilai kondisi korban. Kemudian, hindari keputusan yang terlalu lama, akan tetapi kamu juga harus tetap pertimbangkan dengan hati-hati untuk memastikan tindakan yang tengah kamu ambil, apakah tepat dan sesuai ?

  • Tepat: Gunakan Metode yang Sesuai dengan Jenis Kecelakaan

    Kondisi darurat akan sangat berbeda-beda dan memerlukan pertolongan pertama dengan metode yang sesuai dengan jenis kecelakaan. Gambaran awal bisa dilihat semisalnya berdasarkan kasus korban mengalami cederanya pada leher atau punggung. Memang kedua cidera ini memerlukan kehati-hatian dalam setiap prosesnya, agar tidak memperparah cedera.

    Lain halnya dengan kecelakaan apabila terjadi dilingkungan kerja. Tentu kamu harus menggunakan peralatan seadanya terlebih dahulu, yang memang sudah diantisipasi oleh pihak perusahaan. Di posisi tersebut kamu dimungkinkan menggunakan peralatan khusus, seperti perban atau alat pertolongan lainnya sebagai bentuk tindakan pertolongan pertama.

  • Tenang: Hindari Panik dan Tetap Fokus

    Memang sangat manusiawi jika kamu panik ketika berada di posisi darurat. Namun perlu dipahami panik bukanlah solusi, melainkan akan memperburuk situasi. Untuk menangani permasalahan itu, kamu harus mengingat beberapa langkah ini menjaga-jaga kalau-kalau di posisi yang tidak mengenakkan tersebut.  Caranya kamu bisa mengatur nafas secara perlahan dan dalam agar bisa menenangkan diri, fokus pada tindakan, jangan membuat keputusan yang tergesa-gesa, mengevaluasi situasi kurun dalam waktu yang singkat, dan berkomunikasi dengan korban dan orang-orang di sekitar secara tenang dan jelas.

training petugas p3k

Jenis-jenis Kecelakaan dan Penanganannya

  • Luka Bakar

    Kecelakaan sering menjadi alasan timbulnya berbagai hal yang menyakitkan, terutama luka bakar yang sering terjadi. Perlu dipahami luka bakar memerlukan dan sangat membutuhkan penanganan khusus.

    Apa itu ? Menghentikan sumber panas menjadi hal yang dimungkinkan untuk dilakukan. Caranya dengan memisahkan korban dari sumber panas untuk mencegah luka bakar lebih lanjut. Setelah hal itu dilakukan, maka dinginkan area yang terbakar dengan air mengalir selama 10-20 menit. Tapi kamu juga harus memperhatikan untuk tidak menggunakan es atau bahan lain yang bisa membeku pada area yang terluka.

    Akan tetapi, kamu juga harus memastikan untuk melepaskan pakaian atau benda-benda yang menempel pada area yang terbakar, kecuali jika bahan tersebut melekat pada kulit, dan jangan mencabut bahan yang melekat. Selanjutnya lindungi area terbakar dengan kain bersih atau kain kasa yang tidak menempel, setelah didinginkan. Kamu juga harus menghindari menggunakan bahan yang berbulu atau menempel pada luka.

    Ingat, kamu juga jangan mengoleskan apapun, karena sebelum digunakan harus menggunakan petunjuk dokter. Walau bagaimanapun dokter yang lebih mengetahui tindakan apa yang seharusnya dilakukan, maka segera cari bantuan medis profesional apabila kamu menemukan korban yang memiliki luka bakar parah, melibatkan area yang besar, atau terjadi pada area sensitif seperti wajah atau tangan.

  • Pendarahan

    Cara menangani pendarahan adalah dengan menekan luka dengan kain bersih atau tangan. Jangan lepaskan tekanan, meskipun terlihat bahwa pendarahan telah berhenti. Kemudian jika memungkinkan, angkat bagian tubuh yang terluka di atas tingkat jantung untuk membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut.

    Lalu, apabila kamu menemukan pendarahan yang tidak berhenti setelah diberikan beberapa menit tekanan, maka gunakan pembalut tekan. Tempatkan pembalut steril atau kain bersih di atas luka dan berikan tekanan. Jangan mengangkat pembalut untuk melihat apakah pendarahan telah berhenti, karena hal ini dapat mengganggu proses pembekuan darah. Segera hubungi bantuan medis apabila upaya yang diberikan tidak bisa menghindari penghentian pendarahan.

    Mengingat pentingnya pertolongan pertama ketika melihat situasi korban yang terkena pendarahan. Kamu, sebagai orang yang menolong harus tetap tenang, hindari mengangkat benda yang menempel pada luka, karena hal ini dapat memperparah pendarahan. Tapi perlu diingat pendarahan yang parah atau tidak bisa dihentikan dengan penanganan pertolongan pertama biasanya memerlukan perawatan medis darurat.

  • Patah Tulang

    Patah tulang menjadi kondisi yang kerap terjadi pasca kecelakaan. Namun, tahukah kamu, penanganan patah tulang agar tidak membahayakan korban bisa ditangani dalam ranah pertolongan pertama. Caranya dengan stabilisasikan kondisi korban. Maksudnya, pastikan korban tetap dalam posisi yang nyaman dan hindari memindahkan atau menggerakkan bagian yang patah, kecuali jika diperlukan untuk menyelamatkan nyawa atau menghindari bahaya lainnya.

    Bahan sederhana juga bisa menolong korban patah tulang. Mengapa? Agar bisa mengimobilisasi area yang patah dengan menggunakan bahan yang tersedia, seperti bantal, kain, atau balutan. Lalu jika terjadi pendarahan, tenang kamu jangan panik karena hanya akan merugikan korban. Maksudnya, kamu bisa menghentikan pendarahan dengan melakukan tekanan ringan dengan kain bersih atau pembalut untuk menghentikan pendarahan. Jangan berikan tekanan langsung pada tulang yang patah.

    Sebagai penahan sakit dan mengurangi pembekakan, kamu bisa memberikan korban es. Serta jika memungkinkan, berikan kantong es atau kantong plastik berisi es yang dibungkus dengan kain. Lalu segera hubungi bantuan medis atau antar korban ke fasilitas medis terdekat jika memungkinkan. Ingat pertolongan bisa dilakukan jika orang disekitar korban yang menolong tetap tenang dan tidak panik dengan situasi yang hanya memperparah situasi. Meski alamiah tapi hindari sebanyak mungkin.

  • Keseleo

    Keseleo bisa ditangani dengan beristirahat, menghindari menggunakan sesuatu yang akan membebani area keseleo, jangan banyak bergerak, kompres dengan kantong es area yang keseleo selama sekitar 15-20 menit setiap beberapa jam. Hal ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

  • Gigitan Hewan

    Bersihkan luka gigitan dengan air bersih atau sabun, jika terjadi perdarahan maka kontrol dengan menekan luka dengan kain bersih atau pembalut untuk menghentikan pendarahan. Selanjutnya, segera konsultasikan dengan dokter atau profesional medis, jika luka gigitan serius. Karena bisa saja berupa penyakit menular yang bisa ditularkan dari hewan, seperti rabies. Maka, untuk kamu lebih leluasa berkonsultasi, dianjurkan mengidentifikasi hewan dengan mencatat kondisi tubuh pasca digigit dan catat ciri-ciri fisik hewan yang menggigit.

  • Keracunan

    Penanganan keracunan tergantung pada jenis zat atau bahan yang menyebabkan keracunan. Kami bisa melakukan evaluasi situasi dengan menentukan jenis zat atau bahan yang menyebabkan keracunan dan seberapa banyak yang terpapar. Untuk berjaga-jaga simpan kemasan atau wadah yang berisi bahan dengan dugaan mengandung racun tersebut.

    Selanjutnya, hubungi segera bantuan medis. Ingat berikan informasi yang jelas tentang zat atau bahan yang menyebabkan keracunan, jumlah yang terpapar, dan kondisi korban. Apabila korban tidak sadarkan diri, bersihkan mulut korban jika terkena zat yang berbahaya, atau jangan biarkan korban muntah kecuali jika petunjuk medis menyuruh, hindari memberikan obat-obatan atau minum obat apapun kepada korban kecuali atas petunjuk dari pusat kendali racun atau profesional medis, perhatikan gejala yang muncul pada korban keracunan dan laporkan kepada petugas medis. Jangan biarkan korban meninggalkan tempat kejadian tanpa pengawasan medis jika terjadi keracunan yang serius.

    Lalu,  Ikuti instruksi dari pusat kendali racun atau petugas medis yang memberikan bantuan. Kamu  siap untuk memberikan  informasi yang diperlukan untuk pertolongan lanjutan atau evaluasi medis.

  • Sengatan Listrik

    Penanganan sengatan listrik harus dilakukan dengan hati-hati untuk mengurangi risiko cedera lebih lanjut. Sebab keselamatan menjadi poin utama ditengah kondisi darurat ini. Dimana sebelum kamu mendekati korban sengatan listrik, pastikan bahwa area tersebut aman dan tidak ada lagi bahaya listrik. Matikan sumber listrik atau putuskan aliran listrik jika memungkinkan, atau gunakan alat yang tidak menghantarkan listrik untuk memisahkan korban dari sumber listrik.

    Langkah berikutnya, periksa kesadaran korban dengan mengecek detak jantung, dan lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP)  jika diperlukan. Segera panggil bantuan medis dan ingat jangan menyentuh korban sengatan listrik dengan tangan kosong jika aliran listrik masih aktif. Gunakan benda yang tidak menghantarkan listrik, seperti kayu atau plastik, untuk memisahkan korban dari sumber listrik. Kemudian,  periksa korban untuk melihat adanya cedera fisik, seperti luka bakar atau luka-luka akibat jatuh akibat sengatan listrik. Berikan pertolongan pertama yang sesuai untuk cedera tersebut.

Baca juga :

Peralatan P3K yang Wajib Dimiliki

  • Kotak P3K : Pakaian perlindungan pribadi, pembanjakan, plester dan perban, pengompres dingin, obat-obatan dasar, alat pemotong, penjepit, alat penyedot debu, penlight, serta pedoman pertolongan pertama.
  • Peralatan Antiseptik : Alkohol Swab, Povidon Iodin, Benzalkonium Chloride Swab,¬† Hidrogen Peroksida, Kapas atau Kapas Steril, serta Salep Antibiotik.
  • Perban dan Kasa : perban digunakan untuk melindungi luka setelah dibersihkan dan diberi obat antiseptik. Sementara kasa berfungsi sebagai untuk membersihkan luka atau area sekitarnya dengan alkohol, povidon iodin, atau cairan antiseptik lainnya. Juga digunakan sebagai alas atau penutup pada luka sebelum diberi perban.
  • Gunting dan Pinset : Gunting digunakan untuk memotong pakaian atau bahan lain yang mungkin menghalangi akses ke luka atau untuk menghilangkan benda asing yang terjebak di dalam luka. Sedangkan¬† pinset digunakan untuk mengangkat atau mengeluarkan benda asing dari dalam luka atau kulit.
  • Termometer : ada bermacam-macam sebagai alat mengukur suhu tubuh. Diantaranya, termometer digital, termometer raksa (merkuri), dan termometer telinga atau dahi.
  • Obat-obatan Dasar : parasetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda nyeri dan penurun demam. antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi ringan seperti gatal-gatal, ruam, atau hidung tersumbat. lalu, antiseptik, obat tetes mata dan telinga, larutan garam fisiologis, obat anti-diare, serta obat anti-asam.

Baca juga : Kenali 5 Tanda Peringatan Situasi Berbahaya Menuju Kecelakaan Kerja

Tips Meningkatkan Kemampuan P3K

  • Mengikuti Pelatihan P3K
    Mengikuti pelatihan P3K akan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan P3K. Dimana bisa dilatih melalui pelatihan resmi yang dilakukan lembaga medis atau organisasi penyelamatan seperti Palang Merah atau Palang Bulan.
  • Membaca Buku dan Artikel Tentang P3K
    Untuk menambah wawasan perdalam membaca berbagai referensi, seperti buku dan artikel. Sebagai saran kamu bisa menjadikan buku The Complete First Aid Pocket Guide oleh John Furst, First Aid Manual ditulis British Red Cross. Lalu, artikel Situs Web Palang Merah atau Palang Bulan. Serta jurnal kesehatan online.
  • Menonton Video Tutorial P3K
    Menonton video tutorial P3K bisa kamu temukan di YouTube¬† dengan kata kunci seperti “P3K”, “pertolongan pertama”, atau “teknik P3K” untuk menemukan video yang relevan.
  • Berlatih Memberikan Pertolongan Pertama pada Orang Lain
    Berlatih memberikan pertolongan pertama pada orang lain bisa kamu lakukan dengan bergabung dengan kursus P3K, melakukan simulasi skenario darurat, praktikkan teknik-teknik dasar P3K, mengikuti sertifikasi pertolongan pertama, melakukan uji pengetahuan dan keterampilan kamu secara berkala, bergabung dengan kelompok pertolongan pertama dan melakukan evaluasi perbaiki keterampilanmu.

Kesimpulan

Pengetahuan dan keterampilan dalam Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sangatlah penting, dan seharusnya dimiliki oleh masing-masing individu. Sebab P3K memiliki peran, tujuan dan prinsip dasar untuk menolong menyelamatkan nyawa atau mengurangi cedera korban.

Lalu mengapa sebegitu pentingkah? Bukankah hal itu bisa saja dilakukan pihak medis dan cukup dihubungi. Bukan perkara sederhana, waktu adalah kunci utama keselamatan. Jadi upaya pertolongan pertama bisa menjadi kunci pertama dalam memberikan pintu penyelamatan, entah memberikan kontribusi besar atau tidak. Setidaknya, kamu sudah mencoba berada di depan pintu mencoba mengulurkan tangan untuk orang yang membutuhkan bantuanmu. Tanpa diduga.

Dapatkan konsultasi ahli untuk pelatihan P3K terbaik, mempersiapkan tim Anda untuk menghadapi situasi darurat dengan percaya diri.

5/5 - (1 vote)
Anda Mungkin Juga Suka:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terkait